Saat ini sangat minim sekali karya-karya murni hasil anak-anak muda indonesia. Rata-rata karya yang sudah ada adalah karya-karya orang terdahulu.
hal ini terjadi bukan karena bangsa dan jiwa muda indonesia lemah. Tapi karena mutiara-mutiara karya indonesia belum menemukan jati karya dirinya. Adalah kita selaku anak muda, sebagai penerus bangsa dan harus menyadari hal ini. Dan kitalah yang harus meneruskan karya-karya terdahulu, dan menemukan jati karyadiri kita sebagai pemuda indonesia. Yah, memang berkarya itu tidak mudah, tidak seperti apa yang kita bayangkan.
Tapi jangan salah, berkarya itu tidak harus membuat sebuah gedung, membuat karya seni musik, rupa, lukis dan lain-lain secara spektakuler. Memang beberapa hal tersebut juga merupakan karya, tapi hal-hal kecil bahkan yang yang sangat kecil sekalipun dapat menjadi sebuah karya. contohnya : membantu sesama, itu juga merupakan karya kebajikan bukan? kemudian membuat daerah atau lingkungan yang kita tempati menjadi lebih bermanfaat itu juga karya.
Mari kita bayangkan, jika diindonesia ini sendiri setiap 20 orang pemuda menciptakan 1 karya saja baik karya kecil maupun karya besar, bahkan karya yang sangat kecil sekalipun, coba hitung berapa seluruh pemuda yang ada diindobesia ini jika 20 pemuda menciptakan 1 karya, maka berapa karyakah karya pemuda yang akan dimiliki indonesia? banyak bukan?
So, apa salahnya kita bentuk jati karya kita untuk membuat sebuah karya positif unruk negeri, yang berguna untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk halayak ramai.
Semangat untuk pemuda Indonesia.
AndriYanto
20 Maret 2011
this good right?
BalasHapus